Wakil Ketua MPR Dukung Muhammadiyah dan NU Mundur dari Program Kemendikbud

by -12 views
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nurwahid. (Foto: Humas MPR)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Langkah dua organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), mundur dari Program Organisasi Penggerak (POP) mendapat dukungan dari MPR.

“Saya mendukung langkah (mundurnya NU dan Muhammadiyah) itu,” kata Hidayat Nur Wahid melalui akun Twitter pribadinya, Kamis (23/7/2020).

POP sendiri merupakan program peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan sumber daya manusia, yang digagas oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Melanjutkan pernyataanya, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu menjelaskan bahwa dukungan itu disampaikan bukan karena anggaran POP yang tidak jelas peruntukannya, sebagaimana yang disampaikan dalam keluhan Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah, Kasiyarno. Melainkan karena, adanya pengabaian pada peran dua ormas Islam terbesar di negeri ini.

“Pengabaian akan peran besar mensejarah Muhammadiyah dan NU, sebagai organisasi penggerak program pendidikan adalah suatu ketidakbijakan yang pantas dikritisi dan ditolak,” ungkap Hidayat Nur Wahid.

Sebelumnya, hasil seleksi POP Kemendikbud memicu kontroversi publik, dengan masuknya  dua yayasan yang terafiliasi ke perusahaan-perusahaan besar, banyak entitas baru di dunia pendidikan lolos seleksi program.

Dalam program ini, Kemendikbud akan melibatkan organisasi-organisasi masyarakat yang mempunyai kapasitas meningkatkan kualitas para guru melalui berbagai pelatihan. Kemendikbud mengalokasikan anggaran Rp 567 miliar per tahun untuk membiayai pelatihan atau kegiatan yang diselenggarakan organisasi terpilih.

Organisasi yang terpilih dibagi kategori III yakni Gajah, Macan dan Kijang. Untuk Gajah dialokasikan anggaran sebesar maksimal Rp 20 miliar/tahun, Macan Rp 5 miliar per tahun, dan Kijang Rp 1 miliar per tahun. (Rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *